Indonesia Vs Malaysia (Lagi)

garis1

Dulu kalau tidak salah sewaktu smp-sma aku punya beberapa sahabat pena dari Malaysia. Hal ini sebenarnya berkaitan dengan hobi filateli, jadi sempat juga mengirim surat dengan beberapa sahabat di negeri jiran sana. Dulu kan internet belum booming seperti sekarang. Hmm masih ingat enggak yah sama aku. Ingat salah satu nama temenku itu sekarang jadi Dosen di salah satu Universiti Negeri disana…hebat lah.

Sebenarnya hubungan antara Indonesia dan Malaysia sekarang justru dipenuhi dengan konflik dan masalah. Enggak tahu kenapa justru yang tetangga dekat suka berkaitan dengan cekcok. Lihat saja sepakbola, justru yang sering rusuh itu klub-klub dengan jarak kota yang berdekatan.


Apapun itu aku sebenarnya sangat berharap bahwa kedua negara bisa rukun tanpa ada timbul konflik dengan sama-sama saling menghargai. Tapi masalah harga diri kebangsaan enggak bisa diinjak-injak begitu saja. Bahkan kedubes dan konjen Indonesia di Malaysia saja memprotes keras tindakan-tindakan yang mengusik Indonesia, apalagi aku sebagai Warga Negara Indonesia.

Nah sebenarnya Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan Malaysia dari berbagai segi lho. Bukan iri tanda tak mampu, tapi justru kita sebagai Bangsa Indonesia menjadi acuan di Malaysia dalam hal yang positif. Bukan hanya lagu dan film yang membawa Indonesia lebih berbicara banyak tetapi hal-hal berikut ini :

1. Bahasa

Bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu ternyata lebih diakui di dunia internasional dibanding bahasa Melayu. Ini dapat ditunjukan dari pelajaran dan mata kuliah Bahasa Indonesia yang diselenggarakan di sekolah dan universitas di luar negeri.

Justru krisis dalam hal bahasa dan sastra di Malaysia yang menjadi permasalahan dalam hal identitas Malaysia. Buku-buku terjemahan bahasa Melayu pun jarang sekali diperoleh. Bahkan orang asing justru lebih mudah berbicara dengan Bahasa Indonesia karena di Malaysia bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Jadi ada sisi positif dimana Bangsa Indonesia lebih banyak yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Ini adalah kutipan dari komentar masyarakat Malaysia mengenai kondisi bahasa Melayu yang mulai terpinggirkan :

Di Indonesia byk pakar terjemahan. Setiap buku cerita dan rujukan dlm bahasa asing akan diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Jadi rakyatnya tak ketinggalan walaupun tak dpt membaca buku itu dlm bahasa itu sendiri. Di negara kita, bahasa inggeris masih diutamakan kerana kita tidak mahu berjalan atau berlari. Kita mahu melompat. So, buku2 rujukan yg bagus selalunya dlm bahasa ingggeris. Nak tak nak, kena dalami juga bahasa kedua kita ni.

Lagi satu, masa Sri ke Spore dulu, ada bertemu dgn beberapa org delegasi Indonesia. Mereka tak segan silu walaupun menggunakan ‘broken english’. Dan mereka lebih gemar berbahasa indonesia apabila berbual sesama sendiri atau dgn Sri. Tak ada rasa inferior. Kalau di negara kita ni, bila tak pandai berbahasa inggeris dah menjadi satu kekurangan yg ketara dan kurang competitive. Camana tu?

Mungkinkah kita juga patut ‘meniru’ pendekatan seperti di Indonesia ini?

Dikutip dari http://bincang.net/forum/archive/index.php/t-23785.html

2. Sepakbola

Sekalipun sepak bola Indonesia dalam kondisi Morat-Marit bahkan Menyedihkan, tetapi lebih baik dibandingkan Malaysia. Peringkat FIFA Indonesia posisi 137 sedangkan Malaysia 160an (Maret 2009).

Hasil pertandingan internasional pun Indonesia setidaknya tidak menjadi lumbung gol negara lawan sekalipun kalah. Berbeda kalau kita melihat Malaysia di Piala Asia bahkan pertandingan Tim Nasional Malaysia terakhir, kadang skor bisa lebih dari 5 – 0 itu kalah lho.

Apalagi jika melihat Liga Super Indonesia yang mendapatkan jatah 2 klub lolos ke Liga Champions Asia. Malaysia justru tidak memiliki perwakilan. Padahal markas AFC (Asian Football Confederation) ada di Malaysia. Baca komentar dibeberapa forum juga justru banyak masyarakat Malaysia yang melihat pertandingan Liga Indonesia lewat tv Indonesia.

Perkembangan sepak bola Indonesia dilihat Liga Super Indonesia berada pada posisi grade B sama dengan Liga Australia sedangkan Liga Vietnam, dan Singapura pada grade C sementara Liga Malaysia pada grade D.

Semangat penonton sepakbola Indonesia pun mendapat pujian disana, jangankan Malaysia, suporter Jepang, Korea sampai pelatih Seoul FC (Senol Gunes) pun memuji terhadap suporter Indonesia.

3. Mahasiswa

Mahasiswa di Indonesia memiliki kepekaan yang lebih baik dalam hal sosial-politik dan kebangsaan. Mungkin ini pengaruh dari aturan ketat mengenai unjukrasa dan kritik di Malaysia yang sangat diatur. Ini adalah kutipan dari komentar masyarakat Malaysia mengenai kondisi mahasiswa disana :

Ya, ana memang setuju dgn pandangan mahasiswa indonesia lebih terkedepan berbanding mahasiswa kita dalam soal pd (baca: percaya diri).
teringat lagi sewaktu kuliah di unhas, dosen tanye je ramai2 diowg angkat tangan nak jawab.

mahasiswa kite brp kerat je angkat tangan…

Dikutip dari http://creamstudents.com/students-life-n-scholarships/mahasiswa-indonesia-jauh-lebih-terkedepan.html

Terakhir berikut adalah kutipan dari warga negara Indonesia yang mungkin bisa menjadi kesimpulan yang baik mengenai hubungan antara Indonesia dan Malaysia. Kita adalah serumpun dan berupaya saling menghargai satu sama lainnya.

Sebelum itu, mari kta bersama mengubah panggilan kita tehadap rakyat negara jiran kita ini.
jikalau saudara semua begitu peka, tentu saudar tahu yang rakyat mereka tidak suka dipanggil ‘indon’.. elok dipanggil indo atau indonesia..
mungkin sesetengah pihak berpendapat yang perkara ini merupakan remeh, tapi sedarkah saudara semua yang hubungan antara kedua negara begitu rapuh, dikalangan generasi muda..
kerana orang muda disini di’didik’ untuk memandang rendah terhadap rakyat disana, manakala rakyat disana ditanam rasa benci terhadap kita disini.

Tanggapan warga Malaysia mengenai isu ini :

tentang panggilan untuk saudara kita dari indonesia tu. Sememangnya sy tidak mengetahui mereka tidak suka dipanggil sedemikian. Selepas ini, penuturan sy akan diubah menjadi seperti yang disarankan oleh saudara. terima kasih di atas info yang bermanfaat ini ya.

Dan buat masyarakat Indonesia, kita jangan terlalu rendah diri terhadap negara lain bahwa kita memiliki keunggulan dan juga kelemahan yang harus diperbaiki. Belum tentu apa yang ada di luar sana lebih baik dan lebih berharga, sementara apa yang ada disini ditinggalkan dan dihancurkan.

Semoga Indonesia dan Malaysia sama-sama berjaya dan masyarakatnya sejahtera…amiiin

Wassalamu’alaikum

Advertisements

  1. sesama tetangga harusnya semakin akur ya :)
    salam kenal :)

  2. wa’alaikumsalam wr.wb.

    pulau kita jadi sengketa..
    kalo ga salah, reog ponorogo juga ya,,?

    tapi upin & ipin bikinan malaysia :D

    ayo,dch.. maju terus bwt keduanya :D

  3. iyah upin & ipin kan sodara kita… :)

    masa ga akur yah

  4. amin.moga2 hubungan antara malaysia dan indonesia bertambah baik.

    dua minggu lalu saya sempat ke jakarta mengikuti satu program di sana.memang ia banyak mengubah pandangan saya terhadap indonesia.:)

  5. iyah semoga bertambah baik.

    semoga juga pandangan warga malaysia dan indonesia tentang sesama saudaranya menjadi lebih positif.

    terima kasih

  6. Berkunjung dan baca infonya, mudah-mudahan bermanfaat bagi banyak orang, sukses ya.




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: